Transformasi Politik Islam di Indonesia dalam Sistem Demokrasi

  • Fahmy Lukman Departemen of Linguistic, Faculty of Cultural sciences, Universitas Padjadjaran, Bandung, Indonesia
Keywords: Transformasi, Politik, Islam, Demokrasi

Abstract

Ada persoalan mendasar dalam demokrasi yang memberikan pengaruh sangat kuat terhadap perilaku penguasa, pengusaha, dan masyarakatnya. Demokrasi sebagai derivasi dari ideologi kapitalisme-sekularisme-liberalisme menumbuhkan praktik yang jauh dari keberadaban sebuah masyarakat karena nilai kebenaran ditentukan oleh manusia. Dampaknya adalah kebenaran dalam demokrasi bersifat relatif dan berubah disebabkan perubahan waktu dan tempat, serta kepentingan. Dalam ideologi ini, nilai keragaman dan ketuhanan diakui keberadaannya (sekularisme), hanya saja ditempatkan sebagai private domain yang tidak berhubungan sama sekali dengan public domain. Islam berbeda dengan ideologi kapitalisme-sekularisme dan sosialisme-komunisme. Islam merupakan sistem yang mengatur kehidupan dengan menyatukan antara urusan mondial dan akhirat. Keduanya berkorelasi kuat mempengaruhi perilaku manusia, karena diyakini kebenaran harus merujuk kepada wahyu Tuhan dan setelah manusia mati diyakini ada kehidupan lain setelah kematian (Akhirat). Oleh sebab itu, kaum muslim terikat dengan nilai-nilai dan hukum Tuhan dalam perilakunya. Inilah aspek mendasar yang menuntun aktivitas muslim menuju keberadaban dan peradaban luhur. Berdasarkan kaca mata kritis, Islam dan demokrasi memiliki perbedaan yang signifikan baik dari segi landasan konsepsi, praktik musyawarah (syura) dan pemilu. Menyamakan Islam dan demokrasi sebagai sesuatu yang sebangun tentu merupakan kesalahan fatal dalam konsepsi berfikir mendasar dan paradigmatik. Oleh sebab itu, proses transformasi politik perlu dilakukan dengan memperhatikan ketentuan nilai dan hukum dalam syariat Islam.

References

Al-Mawardiy. Al-ahkaamu al-suthaaniyyah wa al-wilaayaat al-diyniyyah. Beirut-Libanon: Daaru al-kutub al-‘alamiyyah

Al-Mawardiy. Al-ahkaamu al-suthaniyyah wa al-wilaayaat al-diyniyyah. Beirut-Libanon: Daaru al-kutub al-‘alamiyyah

Azhar, Muhammad Ali. (2012). Relasi Pengusaha-Penguasa Dalam Demokrasi: Fenomena Rent Seeker Pengusaha Jadi Penguasa. Jurnal PUBLICA, 2(1) 403.

Basarmin, D. (1994). Secrets, Lies and Democracy (Interviews with Noam Chomsky).

Blum, W. (2013). America’s Deadliest Export: Democracy – the Truth about US Foreign Policy and Everything Else. New York: Zed Books.

Kaplan, R.D. (2000). The Coming Anarchy, Shattering The Dreams of The Post Cold War. United States of America: Random House New York.

Lavelle, A. (2008). The Death of Social Democracy, Political Consequences in the 21st Century. England: Ashgate Publishing Limited.

National Intelligence Council. (2004). Mapping The Global Future, Report of the National Intelligence Council’s 2020 Project Based on consultations with nongovernmental experts around the world.

Stiglitz, Joseph E. (2011). The Globalization of Protest. Project Syndicate.

Toffler, Alvin. (1990). Powershift: Knowledge, Wealth, And Violence At The Edge of The 21st Century. Amerika Serikat: Bantam Book.
Published
2018-04-29
How to Cite
Lukman, F. (2018). Transformasi Politik Islam di Indonesia dalam Sistem Demokrasi. Jurnal Kajian Peradaban Islam, 1(1), 1-7. https://doi.org/https://doi.org/10.47076/jkpis.v1i1.7
Section
Islamic Politics, Law, and Governance