Model Pembinaan Taḥfīẓ Alquran pada Program Santri Taḥfīẓ Alquran Mukim Mahasiswa Tahun 2016 di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung

  • Nofita Yanti 1Prodi Pendidikan Agama Islam, Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia
  • Edi Suresman Prodi Pendidikan Agama Islam, Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia
  • Elan Sumarna Prodi Pendidikan Agama Islam, Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia
Keywords: Daarut Tauhiid, Model Pembinaan, Taḥfīẓ Alquran, Santri Mukim

Abstract

Tulisan ini merupakan penelitian lapangan yang membahas tentang model pembinaan taḥfīẓ Alquran di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memperoleh gambaran mengenai model pembinaan taḥfīẓ Alquran yang diterapkan Daarut Tauhiid Bandung dalam mendidik dan mengembangkan santri khususnya santri taḥfīẓ Alquran mukim mahasiswa hingga mampu melahirkan generasi yang ḥafīẓ Alquran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dalam pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi serta triangulasi. Sedangkan dalam  analisis data menggunakan reduksi data, display data, koding dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, Program STQ mahasiswa di Daarut Tauhiid Bandung memiliki visi dan misi serta tujuan yang jelas untuk melahirkan generasi ḥafīẓ Alquran yang memiliki ruhiah yang bagus dan akhlak mulia dengan dilandasi nilai-nilai Qurani. Selain itu, pada bagian perencanaan, kurikulum yang digunakan adalah kurikulum yang dirancang sendiri yang mencakup latar belakang program, tujuan program, struktur organisasi, sasaran dan target program, reciutmen program, tahapan kegiatan, metodologi pembelajaran, materi-materi, fasilitas dan mempersiapkan segala sesuatu yang mendukung pembinaan program taḥfīẓ Alquran. Sedangkan dalam pelaksanaannya, kegiatan pembinaan ini menyesuaikan dengan keadaan santri mengingat santri memiliki aktivitas di luar asrama sebagai seorang mahasiswa yang aktif di kampus. Selain itu proses pendidikan Islam tidak hanya didapatkan dari kegiatan belajar mengajar saja, melainkan dari pembiasaan ibadah, kedisiplinan, dan lingkungan Daarut Tauhiid Bandung yang sangat mendukung. Sedangkan evaluasi yang terdapat dalam pembinaan ini di antaranya evaluasi santri, evaluasi aspek kinerja musyrifah dan evaluasi program itu sendiri yang dilaksanakan dengan rutin disetiap jadwal yang telah ditentutkan. Adapun model pembinaan taḥfīẓ Alquran yang diterapkan Daarut Tauhiid Bandung dalam mendidik dan mengembangkan santri taḥfīẓ Alquran mukim mahasiswa adalah model halaqah. Implikasinya, hasil penelitian mengenai model pembinaan taḥfiẓ Alquran ini dapat digunakan sebagai salah satu contoh pada pelaksanaan program taḥfiẓ Alquran dalam melahirkan generasi ḥafīẓ Alquran yang memiliki ruhiah yang bagus dan akhlak mulia dengan dilandasi nilai-nilai Qurani.

 

This paper is a field research which discusses the model of taḥfīẓ Quran formation at the Daarut Tauhiid Islamic Boarding School in Bandung. This research uses descriptive method using qualitative. The program which is the object of research is the taḥfīẓ Alquran Daarut Tauhiid Bandung program specifically for the santri taḥfīẓ Quran mukim student program. In collecting data using interview, observation, and documentation studies and triangulation techniques. While the technique of data analysis uses data reduction, displaying data, coding and concluding. Based on the results of research, vision, mission and the purpose of the birth of this program integrated between the life of the world and the hereafter. In addition, in the planning section, the curriculum used is a self-designed curriculum that is installed program background, program objectives, organizational structure, target targets and programs, reciutmen program, excavation of activities, learning training, materials, facilities and search assistance. support the taḥfīẓ Quran coaching program. While in its implementation, this coaching activity adapts to the santri because the santri have activities in the outside dormitory as students who are active on campus. In addition, the process of Islamic education is not only obtained from teaching and learning activities, but also required by the guidance of worship, discipline, and the very supportive Daarut Tauhiid Bandung environment. While evaluations needed in this training are evaluated by the students, evaluation of the performance appraisal program and program evaluation itself is carried out routinely in every schedule that has been determined. Whereas the model for the guidance of the taḥfīẓ Quran applied by Daarut Tauhiid Bandung in educating and developing santri taḥfīẓ Quran mukim students is a model of halaqah. The implication, the results of research on the model of guidance of the taḥfīẓ Quran can be used as an example in the implementation of the taḥfīẓ Quran program in giving birth to a generation of ḥafīẓ Quran who have a good spirit and noble character based on Quranic values.

References

Al-Hilali, M. (2011). Agar Al-Quran Menjadi Teman. Jakarta: Zaman.

Aziz, A. R. (2009). Anda pun Bisa Menjadi Hafizd Alquran. Jakarta: Markaz Al-Quran.

Daradjat, Z. (2004). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Depag RI. (2015). AL-Quran dan Terjemahannya. Penerjemah Depag RI. Bandung: Diponegoro.

Fattah, N. (2011). Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Gulen, M. F. (2011). Cahaya Al-Quran Bagi Seluruh Makhluk. Jakarta: Republika Penerbit.

Hasibuan, S. (2007). Membangkitkan Umat Islam dan Bangsa Indonesia dari Ketertinggalan. Religiusitas (Jurnal Transformasi Kependidikan dan Keagamaan), 22-50.

Jabar, S. A. (2008). Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Kunandar. (2011). Evaluasi Program Pengembangan dan Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jurnal Evaluasi Pendidikan, 171-181.

Mukni'ah. (2011). Materi Pendidikan Agama Islam. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Nawawi, R. S. (2011). Kepribadian Al-Quran. Jakarta: Amzah.

Nurdin, A. (2012). Evaluasi Program Penyelenggaraan Madrasah Aliyah Negri (MAN) Model Ternate. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 3(1), 1-13.

Ramayulis. (2012). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia.

Said, H. A. (2011). Diskursus Munasabah Alquran Menyoal Perdebatan Otentisitas Alquran. Al-Dzikra, 5(9), 111-143.

Sa'dulloh. (2008). Cara Cepat Menghafal Al-Quran. Jakarta: Gema Insani.

Sa'ud, A. S. (2005). Perencanaan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Siswanto. (2010). Pengantar Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara.

Sudjana. (2010). Manajemen Program Pendidikan untuk Pendidikan Nonformal dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Bandung: Falah Prodution.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian, Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.

Syukriah, L. (2010). Pendidikan Agama Islam Kelas IX. Bogor: CV Rekatama Esiamedia.
Published
2020-01-13
How to Cite
Yanti, N., Suresman, E., & Sumarna, E. (2020). Model Pembinaan Taḥfīẓ Alquran pada Program Santri Taḥfīẓ Alquran Mukim Mahasiswa Tahun 2016 di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. Jurnal Kajian Peradaban Islam, 2(2), 31-38. Retrieved from http://jkpis.com/index.php/jkpis/article/view/29